[Travel Book]: Garis Batas Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah

Petualangan Agustinus Wibowo di Buku ini seakan mengajak kita untuk masuk dan melihat sendiri tempat-tempat yang selama ini tersembunyi di peta dunia. – Andy Noya

Negara apa di seberang sungai sana?
“Penduduk desa Afghan setiap hari memandang ke “”luar negeri”” yang hanya selebar sungai jauhnya. Memandangi mobil-mobil melintas, tanpa pernah menikmati rasanya duduk dalam mobil. Mereka memandangi rumah-rumah cantik bak vila, sementara tinggal di dalam ruangan kumuh remang-remang yang terbuat dari batu dan lempung. Mereka memandangi gadis-gadis bercelana jins tertawa riang, sementara kaum perempuan mereka sendiri buta huruf dan tak bebas bepergian.

Negeri seberang begitu indah, namun hanya fantasi.  Fantasi tiga dimensi yang menemani mimpi-mimpi mereka.  Fantasi orang-orang yang hidup di garis batas.

Fantasi yang sama membawa Agustinus Wibowo bertualang ke negeri-negeri Asia Tengah yang misterius. Tajikistan. Kirgizstan. Kazakhstan. Uzbekistan. Turkmenistan. Negeri-negeri yang namanya semua berakhiran “”Stan””. Perjalanan ini bukan hanya mengajak Anda mendaki gunung salju, menapaki padang rumput, menyerapi kemegahan khazanah tradisi dan kemilau peradaban Jalan Sutra, ataupun bernostalgia dengan simbol-simbol komunisme Uni Soviet, tetapi juga menguak misteri tentang takdir manusia yang terpisah dalam kotak-kotak garis batas.”

Membaca buku perjalanan ini, saya seakan diajak jalan-jalan oleh penulisnya. Jalan-jalan yang tidak biasa, dengan pengalaman yang luar biasa. Tempat-tempat yang baru saya tahu, dan terasa asing, tapi setelah membaca buku ini saya jadi ingin tahu, bahkan sampai searching di youtube untuk mengetahui gambaran tempat-tempat yang ditulis dalam buku ini, seperti kota-Kota : Dushanbe, Almaty, Bukhara dan banyak lagi kota-kota yang dikunjungi di negara-negara yang berakhiran Stan oleh penulisnya.
Mungkin saya tidak akan melakukan perjalanan yang dilakukan oleh penulisnya. Tapi saya bersyukur Alhamdulillah bisa menikmati lembar demi lembar tulisan dalam buku ini. Setidaknya, pengalaman sang penulis, jadi menambah pengetahuan tentang keberadaan negara-negara tersebut. Setelah ini, saya jadi ingin membaca buku karya Agustinus Wibowo yang lainnya: Selimut Debu dan Titik Nol.

Baca: review buku Selimut Debu

 

Judul buku : GARIS BATAS – Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
Penulis : Agustinus Wibowo
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2011
Halaman : xvi, 510
Ukuran : 13,5 x 20

Baca: review Buku Titik Nol
Bagi Anda penikmat buku-buku tentang perjalanan, buku ini recommended banget. Berbeda dari buku-buku traveling yang biasanya menyarankan, atau menginformasikan tentang tempat-tempat yang harus dikunjungi. Buku ini tidak seperti itu, tapi bagi saya terasa seru karena seakan diajak melihat tempat-tempat yang selama ini belum saya tahu, belum saya lihat dan belum saya baca. Penyusunannya yang memerlukan waktu dua tahun, menjadikan buku ini isinya terasa mendalam. Dari awal membaca ingin terus membacanya sampai tuntas, untuk mengetahui kisah pengalaman penulisnya.   Buku tersebut juga dilengkapi peta Asia Tengah, Tajikistan, Kirgiztan, Kazakhstan, Uzbekistan, peta lembah Ferghana dan Turkmenistan.
So, enjoy this book.
Happy reading! 😊
With Love 💗

Advertisements

2 thoughts on “[Travel Book]: Garis Batas Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s