Alhamdulillah Bertemu Ibu Guru SD & Guru Mengajiku

Sabtu 8 November 2014, pulang kali ini senang dan lega, bisa berkunjung dan bertemu Ibu Guru SD dan Guru mengajiku. Sebelum pulang,  Mamah sudah berpesan dan  mengingatkan saya kalau pulang harus menemui Ibu Iyam.  Sejujurnya saya kangen dengan beliau, terakhir ketemu 2 tahun lalu saat lebaran Idul Fitri beliau mampir ke rumah nenek, ah terharu sekali saat itu beliau memeluk saya erat, seperti pelukan seorang Ibu pada anaknya, padahal beliau Guru pertama saya.  Atas saran Mamah pula, saya memberanikan diri untuk datang ke rumahnya, rencananya mau datang  malam, namun kata Mamah lebih baik sore saja kalau malam takutnnya  hujan.  Diantar oleh Amih, nenek saya (beliau juga mau sekalian bertemu karena sudah lama tak bertemu), maka saya menemui beliau.  Ketika menyusuri jalan menuju ke rumahnya, saya kembali mengenang masa-masa kecil terutama kala pergi mengaji bersama teman-teman, teringat pula belasan tahun lalu saat listrik belum masuk ke daerah kami, meski hanya lewat obor, saya selalu semangat datang  belajar mengaji semenjak kelas 1 SD pada saat subuh , dan sehabis solat Asar pun saya belajar mengaji dan datang ke rumah beliau, baru berikutnya setelah ada listrik tempat mengaji berpindah ke Madrasah, berjarak ratusan meter dari di depan rumahnya.

Sesampainya di rumah beliau, ternyata Ibu Iyam sedang berada di halaman rumahnya, seperti biasa dari dulu hingga sekarang, halaman rumahnya selalu sejuk dipandang mata karena dihiasi oleh bunga-bunga dan juga tumbuhan palawija.  Aaaah kangen sekali dengan masa anak-anak.  Ketika saya dan Amih mengucapkan salam, beliau terlihat surprised, ternyata tidak lupa dengan saya, “eh Aiiiiiiiiiiiii” teriaknya, dan dalam sepersekian detik beliau pun menghamburkan pelukannya ke dalam tubuh saya, kata Ibu “kok Ai kurusan sekarang” saya hanya tersenyum saja.  Pelukannya terasa erat dan beliau seperti kangen sekali , mata saya pun berkaca, bahagia karena guru saya mengingat nama dan memeluk saya muridnya.  Ah Ibu guruku, saya terharu, beliau mempersilahkan kami masuk di ruang tamu.  Ramailah kami bertiga mengobrol sana sini, mengingat masa-masa dulu, bahkan Amih dan Ibu sempat-sempatnya bernostalgia menceritakan masa-masa mereka ketika hidup jaman sebelum dan sesudah merdeka. Di rumah Ibu juga ada Pak Medi, kepala sekolah saya yang juga suami dari Ibu.  Ternyata Pak Medi masih inget dengan saya, beliau tanya “sekarang Ai dimana?”  Tak banyak bertanya, beliau pun kembali ke ruangannya dan membiarkan kami mengobrol  bertiga.

Tak lupa saya selfie bertiga hehehe.  Sayang saya tidak bisa berlama-lama di rumah beliau karena kilat sudah mulai terdengar serta mendung, kami pun berpamitan.  Ibu Iyam dari tatapannya masih terlihat kangen, saya pun puas bisa memeluk Ibu guru saya.  Terima kasih Ibu guruku sayang, di usia beliau yang memasuki sudah 72 tahun, masih mengingat murid yang puluhan tahun lalu diajarnya, adalah sebuah anugerah, memiliki daya ingat yang baik, sebab tentunya saya harus bersaing dari ribuan murid yang pernah diajarnya.  Bagi saya pribadi, bisa diingat oleh guru yang pertama kali ngajar saya 22 tahun yang lalu, sebuah kehormatan.  Guru lupa sama murid itu biasa dan wajar, namun bagi saya guru mengingat murid itu luar biasa menyenangkan sekali.  Tak lupa saya memohon maaf kepada beliau, takutnya dulu waktu kecil saya nakal dan bandel.   Berkali-kali beliau memeluk saya dan menciumi pipi saya.  Beliau pun bilang udah gak usah bilang Ibu, panggil Emak saja kan sudah nenek-nenek (Emak bahasa Sunda, dalam bahasa Indonesia berarti Ibu).

Campaka-20141108-02092

Amih dan Ibu Iyam berpelukan, so sweet 🙂

Campaka-20141108-02097

Ai, Amih, Ibu *cheers*! 🙂

Beliau salah satu guru yang menempati urutan istimewa dalam hidup saya.  Bagaimana saya sanggup melupakan beliau kalau apa yang bisa saya raih dan dapatkan berawal dari ilmu yang beliau berikan kepada saya.  Beliau guru pertama, guru SD Kelas 1 & kelas 2, beliau pula guru mengaji  saya 20 tahun yang lalu.  Beliau mengajarkan saya 3M (membaca, melulis dan mengaji). Pertama kali belajar membaca dan menulis, disajikan  buku Bahasa Indonesia , karya  Siti Rahmani Rauf , hanya buku tersebut yang mampu saya ingat, mungkin karena buku di sekolah saya sangat terbatas, sehingga saya sering bolak balik belajar dengan terbata buku tersebut hingga akhirnya lancar membaca dan gak pernah bosan baca buku tersebut sampai lecek, saya juga masih ingat beberapa kalimat dari buku tersebut.  Dan pertama kali belajar mengaji dimulai dengan membaca Iqro (waktu jaman saya sampulnya warna hijau), tamat Iqro baru belajar membaca Alquran dan diajarin ilmu tajwij.  Setelah kelas 4 atau kelas 5 (diantara kelas tersebut) barulah Ibu Iyam memberi tugas kepada saya dan teman-teman untuk mengajar ngaji adik-adik kecil yang datang ke madrasah Ibu yang sudah bertambah banyak.

Betapa beruntungnya saya sebagai murid, diberikan ilmu dasar yang akan banyak mengubah hidup sebagai sarana untuk mewujudkan impian-impian di perjalanan hidup saya. Terima kasih ibu guruku sayang, engkau memang pahlawan tanpa tanda jasa, ilmu yang telah Ibu berikan sangat bermanfaat bagi saya.  Tanpa membaca bagaimana saya bisa membuka jendela dunia serta wawasan dan menabung banyak impian, tanpa belajar menulis bagaimana saya bisa merangkai kata dalam tulisan,  tanpa belajar  mengaji bagaimana saya sanggup menghadapi dunia dan segala problematika kehidupan yang tersaji, ibu hadir untuk memberi manfaat kepada dunia, salah satunya saya. Terima kasih banyak Ibu Iyam 🙂

Dibuat dengan rasa cinta, disajikan dengan rasa sayang, dari seorang murid yang akan selalu mengingat jasamu Ibu guruku

buku-ini-budi-melegenda-hingga-kini-xAs

Buku pertama, saat saya belajar membaca dan menulis

Buku-Iqro

Buku Iqro, saat pertama saya belajar mengaji

Sumber Foto: dari Google Images

With Love,

aisaidluv

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s