Doa dan Impian

Di akhir minggu  bulan January 2014, ketika membaca email dari media partner tentang update program saat itu.  Ada email membahas dan meng-update mengenai  program-program yang meraih penghargaan, salah satunya Laptop si unyil.  Tiba-tiba saya kangen banget sama program tersebut, iseng-iseng saya buka youtube dan ngetik laptop si unyil, secara tak sengaja saya menemukan pembahasan tentang jam raksasa yang ada di Mekah (sekarang kalau mencari link-nya sudah tidak ada, entah dihapus atau kenapa 😦 ).Image

Berawal dari situ maka saya melakukan  searching melalui mbah google, dan entah kenapa ada sebuah keinginan yang timbul dalam hati ingin sekali  segera pergi ke Mekkah tapi entah kapan, timbul rasa pilu ingin pergi ke Mekkah tapi bagaimana caranya, ya sudah minta saja sama Allah agar suatu saat dikabulkan (menghibur hati ala saya :D).  Dulu saya punya impian, jika pergi ke Mekkah untuk berumroh atau  berhaji akan saya lakukan jika saya telah menabung dan mengumpulkan uang, saya ingin pergi beribadah ketika sudah bersama suami, nanti kalau sudah tua.  Ajaibnya, entah kenapa keinganan itu tiba-tiba muncul, dan saya berdoa agar saya bisa ke Mekkah before I die (kata-kata before I die ini sempat dikoreksi oleh adik saya, katanya tidak baik berkata demikian, yakin saja kalau mau memiliki impian).

Di minggu itu juga, salah seorang Om Abah  wa saya, memberikan saran untuk googling tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa. Tanpa ada curiga, dengan cepatnya saya meluncur tanya mbah google.  Setelah bertemu artikelnya, maka mencari image untuk mengetahui visualisasi tempatnya seperti apa, dan makin jadilah saya mau banget ke Mekkah.

i love Makkah

Sumber: From Google Image. Impian makin menjadi mau banget ke Mekkah

Jumatnya tanggal 31 January 2014, saya

pulang ke Cianjur, bertemu orangtua dan keluarga tercinta berkumpul semua, kecuali satu adik saya Irwan yang sedang naik ke salah satu gunung yang ada di Garut.  Setelah beristirahat dan sorenya acara santai bersama keluarga. Om saya memanggil-manggil nama saya.  Sepertinya akan ada percakapan diantara para keluarga, saya yang dari arah dapur karena dipanggil beberapa kali, akhirnya berhasil duduk di ruang tengah dekat pintu, dimana sebagian besar Mamah, Bapa, Amih  dan keluarga besar dari pihak Mamah sudah berkumpul, entahlah mungkin saat itu sayalah yang terakhir gabung.

Percakapan dibuka Om yang ternyata katanya akan mengumumkan sebuah hal penting, perihal keberangkatan umroh yang dirancang Om dan Tante dan kebetulan saat ini keluarga besar berkumpul (entah ini memang kebetulan timing-nya pas kumpul semua kebetulan long weekend jadi berkumpul pulang ke Cianjur, atau berkumpulnya ini sudah dirancang diluar pengetahuan saya, entahlah).  Saya pribadi, tak ada pikiran apapun selain mendengarkan dengan manis dan senang hati, satu persatu nama disebutkan sesuai  yang saya perkirakan untuk keberangkatan umroh keluarga yang akan disponsori  oleh Om dan Tante. Namun, nama terakhir yang disebutkan setelah Om menghantarkannya  dengan sebuah kalimat penegas yang disampaikannya terdengar indah di telinga saya, kalimat penyejuk yang tak pernah terlintas, tak pernah disangka  dalam benak saya, dikatakan dihadapan orangtua tercinta  juga keluarga besar  yang sangat saya hormati.  Tersebutlah nama saya sebagai peserta terakhir yang akan diberangkatkan umroh berikutnya.  Sejujurnya saat itu saya kaget, bingung kenapa saya, terharu dan tidak menyangka Allah cepat sekali mengabulkan doa dan permohonan saya yang sangat ingin pergi ke Mekkah dalam tempo tidak berselang seminggu.  Saya tidak suka menangis dihadapan mereka, saya tidak mau terlihat cengeng dihadapan mereka, namun saking kaget dan gembiranya, saya diam tertegun dan  air mata rasa syukur tak akan pernah saya sesali saat itu jatuh disaksikan dihadapan mereka.

Rezeki memang tidak kemana, rezeki memang Allah yang mengatur, rencana saya akan ke Mekkah kalau saya sudah nabung dan punya uang yang banyak atau cukup untuk berangkat kesana. Ternyata Allah mengabulkan permohonan saya tanpa harus menunggu tabungan banyak yang entah kapan waktunya.  Ternyata Allah mempunyai skenario yang sangat indah, yang tak terbayangkan oleh saya.  Tak pernah berharap bahwa Om dan Tante akan memberangkatkan saya, saya terlalu banyak merepotkan mereka, mana berani saya membayangkannya.  Kalaupun harus memilih, tentu saja mau mengumpulkan uang sendiri untuk biaya ke Mekah entah itu berumroh atau berhaji insyaallah.  Namun rezeki tidak boleh ditolak, apalagi pemilihan saya ini tentu saja berdasarkan banyak pertimbangan, saya sangat menghormati niat tulus dan niat baik mereka sehingga bismillah saya menerima rezeki dari Allah melalui Om dan Tante yang akan membiaya semua perjalanan umroh saya.    Saya sadar, bahwa pergi berumroh bukanlah jalan-jalan biasa, namun sebuah perjalanan rohani untuk beribadah menyambut panggilan Allah, tentunya ada banyak hal yang harus saya siapkan. Saya sangat beruntung, bahkan terlalu beruntung, saya diberikan rezeki untuk berumroh pada saat masih lajang, tentunya satu hal yang tak perlu saya khawatirkan meninggalkan anak-anak karena saya belum mempunyai anak.

Fokus beribadah keliatannya sangat nikmat, dan yang terpenting punya kesempatan untuk berdoa meminta jodoh di salah satu tempat yang sangat romantis di dunia dalam dunia muslim  yaitu JR, subhanallah…  Surprised dari Allah di hari baik jumat 31 January 2014, membuat semangat baru dalam diri saya untuk mempersiapkan diri menyambut panggilan Allah dengan senang hati dan mengucap syukur Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah untuk kejutannya yang sangat berkesan dalam hati saya,  terima kasih Om dan Tante atas kebaikan dan kedermawanan hatinya, terima kasih Om Abah ternyata disuruh cari tempat yang makbul untuk berdoa ada hubungannya ya 🙂

 Note: Saat awal saya mem-posting tulisan ini, link-nya saya tidak menemukan.  Namun, per 21 Mei ketika saya searching Jam Raksasan Mekkah, eh ketemu link ini , horeee 😀 Alhamdulillah. Link awal yang saya temukan sudah dilihat belasan ribu, namun link yang baru saya temukan ini ternyata baru dilihat 141. Tak apa, yang penting link bersejarah bagi saya ini, ditemukan, ah bahagia sekali.  Terima kasih ya Allah 🙂

With Love.

 

Advertisements

4 thoughts on “Doa dan Impian

  1. So Sweet….suka sm gaya berceritanya teh, sederhana dan membawa kita seras bisa merasakan apa yg teteh rasakan pd saat itu

    (banyaknya kata2 rasa yg aq tulis..hehehe)
    Subhanallah ya Teh…Rencana Allah mmng sllu paling indah…:)

    ngomong2 koq ga dikasih tau sih dmn tempat teteh berdoa waktu Om Abah suruh cari tmpat yg makbul untuk berdoa??? (KEPOO) 😀

  2. Terima kasih Rini :’) 🙂
    Iya sayang, Rencana Allah memang yang terbaik, dan selalu indah 🙂

    Tempat berdoanya aku sebelum ke Mekkah? dalam solatku, tempatnya bisa di rumah, di kantor, di masjid 🙂

    kalau tempat makbul berdoa adanya di Mekkah dan Madinah, silahkan baca tulisan berjudul “My Amazing journey at Masjidil Haram” di dalam tulisan tersebut ada kalimat -> merupakan tempat mustajab untuk berdoa, disitu sudah dikasih link, tinggal Rini klik, munculah tempat mustajab berdoa di Mekah.

    Salam hangat sahabatku 🙂

  3. Udh beberapa kali bc tulisan ini…mash aja sllu merinding dan ikut kebawa sm ceritannya 😀

    apa ini pertanda kalo aq jg akan segera umroh ya Teh…hahaha…Aamiin
    Ngarep.com

    Miss You So Much Tehhhh…:-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s