My Hometown

This slideshow requires JavaScript.

Sabtu pagi sekitar jam 03.30, saya berangkat pulang ke halaman tercinta naik kendaraan pribadi bersama Om, Tante, Adik-adik sepupu beserta Mbak.  Seneng rasanya bisa pulang sambil mengahabiskan weekend disana.  Saya paling senang apabila berangkat pagi, karena pada saat matahari terbit saya bisa menikmati susana pagi hari dengan disuguhi pemandangan yang indah, sawah-sawah yang terhampar luas,  menyejukkan mata.  Jarak BSD ke halaman tercinta jika jalannya cepat bisa ditempuh dengan waktu 4 sampai 5 jam.  Disepanjang perjalanan dari Cianjur kota ke daerah Cianjur Selatan, jangan kaget kalau jalanan off road, tapi disitulah asiknya, dan yang tidak kalah seru bagi saya  adalah  mata benar-benar dimanjain sama suasana alamnya yang masih alami, wuiiiiiih sambil menikmati udara pagi hari mantapp banget . Saya sampai rumah sekitar jam 08.00, di rumah disambut dengan penuh kasih sayang oleh Mamah, Nenek, Kakek, Bapa, Adik, Ibi, mereka kangen seperti saya juga yang sangat kangen pada mereka.  Berhubung perut sudah lapar serta sudah dimasakin makanan kesukaan: ikan segar yang diambil dari kolam samping rumah, lalapan, sambel, wah macem-macemlah disediakan menu favorit hehehe, sehingga membuat kita lahap makan.  Selesai makan ngobrol sama keluarga (momen kayak gini jarang saya lewatkan, meski saya sudah berhijrah dari Cianjur, tapi Cianjur tetap dihati, pokona mah home sweet home lah).  Hmmm rencananya sore hari saya akan pergi ke sawah kakek, tapi berhubung hujan besar, maka dengan terpaksa dibatalkan 😦

Malamnya, di desa saya pasti sepi, yang terdengar hanya suara jangkrik, katak mereka bersahutan nyanyi di luar hihihi.  Selesai solat berjamah, pas makan malam sama keluarga, tiba-tiba lampu mati, ya begitulah, tapi mati lampu tidak mengurangi rasa kebersamaan diantara kami, kami menyalakan lampu, dan dengan penerangan seadanya, kami menikmati santap malam.  Selesai makan malam berhubung masih mati lampu di adakanlah kuis mencari tempat entah itu nama negara, nama kota yang ada di belahan dunia (adik-adik sepupu dan adikku memakai senter melihat globe untuk mencari nama-nama yang disebutkan dalam kuis, setiap tebakan mereka benar di kasih uang, berkisar dari 5.000 sampai dengan 100.000 tergantung pertanyaannya, semakin sulit pertanyaan ya semakin besar hadiahnya.  Saya hanya jadi suporter yang nyemangatin mereka, karena sudah besara sendirian jadi tidak bisa ikutan deh (untung yang sponsorin hadiahnya Om, hehehe).  Sekitar jam21.00 lewat listrik sudah nyala, tapi karena ngantuk tak lama kemudian kita tertidur.

Paginya, setelah selesai sholat subuh berjamaah, saya tidak tidur lagi, duduk dihalaman rumah sendirian, menanti sang fajar menyingsing.  Bbbrrrrr dingin sekali, tapi seneng sebab saya bisa menikamati udara segar di pagi hari 🙂 Sekitar jam 06.00 pagi saya memulai misi untuk trekking sambil mengenang masa kecil.  Saya kangen  suasana masa kecil, makanya saya seneng banget pas pulang kemarin bisa trekking dulu.  Tapi sayangnya tidak ditemenin adikku yang paling besar, soalnya dia tidak pulang dan sibuk kuliah.     Tapi  saya tetap menikmati jalan-jalan di pagi hari, entah kenapa saya  juga jadi tiba-tiba ingt teman-teman yang tahun lalu pernah main ke rumahku (Hi guys, how are you? semoga mereka baik-baik saja).  Puas jalan-jalan pulang ke rumah dan siap-siap back to Tangerang.  Sekitar jam 10.00 saya sudah pulang ke rumah ketigaku di Tangerang.  Sepanjang perjalanan pulang cuacanya mendung, dan sempat berhenti di daerah sebelum Penyairan, tepatnya di kebon teh.  Dikarenakan Om sedang menyalurkan hobi fotografinya, saya kasih masukan view yang Ok buat ambil gambar, alhasil puas deh menikmati perkebunan teh yang indah, menurut saya.

Sayang tidak bisa berlama-lama di kebon teh tersebut karena hujan sudah mulai turun, sehingga kami bergegas masuk mobil dan melanjutkan perjalanan.  Karena hari minggu biasa Puncak macet, dan kita belum makan siang, maka sebelum menuju Puncak kita mampir makan bakso lapangan tenis senayan di daerah Cimacan.  Benar ternyata, begitu melewati Puncak Pass tepat banget di tempat sewaktu saya dan teman-teman sepulang main kena macet, maka disitu pulalah kita pun terjebak macet dan tengah di berlakukan one way.  Macet pun berlalu, tapi lapar mendera perut kami, dan akhirnya kita mampir di Resto Cimori, favorit saya  disana minumannya yaitu blueberry yogurt shake. Puas makan, puas main, kami pun pulang, sampai rumah jam 19.30.  Sungguh weekend yang  menyenangkan, bisa berkumpul bersama keluarga tercinta, Alhamdulillaah 🙂

 

With Love,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s