Menikmati Sebuah Episode Perjalananku

This slideshow requires JavaScript.

Suatu hari aku mencoba menjajal pergi sendiri, mumpung masih muda dan selagi ada kesempatan maka aku tdk menyia-nyiakannya. Kebetulan aku ada urusan, maka jadilah aku melakukan perjalananku sendirian. Sekalian aku juga silaturahmi sama satu keluargaku yang ada di Cirebon. Dulu waktu aku masih SD, saat Tanteku ini belum menikah dan mengajar di Sukabumi, aku pernah main kesana dan menginap seminggu di rumah Tanteku ini, waktu kecil lumayanlah aku udah berkenalan dengan kota Sukabumi dan terakhir aku ke Sukabumi ketika aku pergi ke Pantai Pelabuhan Ratu bersama teman-teman SMP-ku. Waktu kecil aku punya jiwa petualang hehe, aku paling seneng pergi berkelana, dan untungnya serta enaknya aku sering diajak pergi sama Bapa, Kakek, Nenek, Tante dan Om-Omku. Huuuaaaa betapa beruntungnya aku sering diajak pergi kemana-mana, sampai sekarang udah segede ini pun sepertinya mereka ga pernah bosan ngajak aku pergi, makanya salah satu impian terbesarku, aku pengen banget bisa keliling Indonesia sebagai negara terkaya di dunia, dan juga aku ingin keliling dunia biar aku bisa memandang hidup dengan pandangan yang berbeda dan supaya aku makin bersyukur sama Allah SWT. Mudah-mudahan impianku ini bisa terwujud. Aamiin YRA.
Sebetulnya Tanteku ini sering banget nyuruh aku berkunjung ke rumahnya, hanya saja aku memang belum sempet saja. Rasanya aku ga pernah sepi dari aktivitas (Alhamdulillah), alhasil aku baru bisa pergi setelah kegiatanku berkurang. Maka kuniatkanlah untuk pergi sendirian, hmmmm sebagian keluargaku mengkhawatirkanku jika harus pergi sendiri, aku juga ngertilah bukan mereka gak percaya sama aku, bukan mereka meragukanku untuk bisa menjaga diriku sendiri, tapi sebagai anak perempuan yang pergi sendirian, kekhawatiran itu pasti adalah. Sengaja aku ingin pergi gaya backpacker (ceritanya lagi belajar neh dan sekali-kali pengen ngerasain enaknya gimana) jadi dari rumah ke Gambir aku gak naik Taxi. Kalau kayak gini kan udah biasa, jadi aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Dari rumah aku naik angkot ke terminal, dari terminal aku naik Trans BSD ke arah Harmoni, aku turun di dekat Sekneg, dari situ aku naik Bajaj ke Statiun Gambir, hmmm aroma seru jalan sendirian udah mulai terasa. Sesampainya disana aku menunggu kereta Cirebon Express hampir 2 jam, karena keretanya datang terlambat, huaaaaa udah sendirian pake acara telat lagi keretanya, untungnya di samping ada ibu-ibu yang ngajak aku ngobrol, jadi lumayanlah gak bosen hehehe. Jarak yang di tempuh dari Jakarta ke Cirebon menggunakan kereta sekitar 3 jam biasanya, namun karena jalannya lambat jadi aku menempuh jarak 4 jam di kereta, sepanjang perjalanan lumayanlah mataku disejukkan dengan pemandangan yang lumayan Ok, dan untuk mengatasi rasa bosen aku juga baca buku (bawaan wajib kemana pun aku pergi hehe). Di kereta karena lapar jadilah aku beli nasi goreng, sayangnya gak banyak pilihan menu yang ditawarkan, makanya aku pilih nasgor aja deh. Sesampainya di statiun Cirebon, Om sama adik-adik sepupuku sudah menungguku, aku dijemput (hehehe tetep aja ya ga bisa pol menjajal sendiri), jarak ke rumah Tante dan Omku dari statiun sekitar setengah jam. Aku udah lumayan hafal daerah Cirebon, karena beberapa bulan sebelumnya pernah jalan-jalan nganterin nenek dan kakekku bareng Om sama Tanteku ke rumah Tante yang ada di Cirebon ini, malah sempet pergi ke pelabuhan yang ada di Cirebon. Kehadiranku di rumah Tanteku ini disambut dengan kehangatan, aku seneng bisa pergi kesana apalagi ada keempat adik sepupu, jadilah suasananya ramai, aku main dengan mereka, aku cerita dengan mereka, walaupun aku jarang banget ketemu (paling pas moment lebaran) tapi aku ngerasa dekat dengan mereka walaupun jarang ketemu. Omku sampai bilang ke anak-anaknya “tuh Teh Ai mah udah gede juga, masih nyambung obrolannya sama dunia anak-anak, masih kayak anak-anak” mungkin karena melihat keakrabanku dengan adik-adik sepupuku maka Omku bilang seperti itu. Huuuaaaaaa senangnya Omku bilang begitu, mmmmm berarti aku awet muda dunk di usiaku yang sekarang dan di bilang masih kyak anak-anak heheheee. Selama 3 hari aku menginap di rumah Tante dan Omku, dan setelah urusanku selesai aku memutuskan untuk pulang. Dari rumah Om dan Tanteku, aku dianterin sampai Terminal Cirebon (tetep aja aku di antar jemput hehehe, betapa baiknya mereka padahal aku juga kan bisa sendiri hehe).
Dari terminal Cirebon aku naik Bus menuju Sumedang, aku turun di terminal Sumedang terus beli oleh-oleh tahu sumedang deh, lumayanlah perjalanannya cukup menyenangkan, sepanjang perjalanan aku sengaja tidak tidur karena memang ingin menikmati perjalanan, ingin tahu suasana setiap kabupaten yang aku lewati, sebab terakhir aku melakukan perjalanan ke Cirebon terus ke Majalengka, dan Kuningan pas aku kelas 1 SMP, jadi pastinya banyak hal yang berubah. Ketika aku melewati Cadas Pangeran, rasanya ada yang berubah (menurutku gak seindah dulu deh tapi tetep  aku salut dengan jalanan di sepanjang Cadas Pangeran wuiiiihh keren uey , gak tahu kenapa banyak hal yang berubah sepanjang perjalanan yang aku lewati (ya iyalah pasti beda, secara belasan tahun aku gak melewati daerah tersebut, dan perjalananku sendirian adalah baru pertama kali hehe). Tapi aku menikmati perjalanan tersebut, bahkan aku terhanyut dalam lamunanku. Melewati daerah Jatinangor jelaslah banyak bangeeeeetttttt perubahannya, makin rame aja. Di Cirebon apalagi banyak bangettt perubahannya, ga tau nih Kuningan sama Majalengka karena aku gak melewati pusat kotanya. Yang kuingat dari kuningan adalah pas aku trekking bareng temen-temen KPA (kursus pendidikan agama) beberapa kilometer dari daerah Manislor dengan disajikan view Gunung Ciremei, dan perjalannya berakhir di Linggar Jati, aku pun melihat beberapa peninggalan jaman Belanda di Linggar jati karena aku bersama teman-teman menyempatkan untuk melihat museum Linggar Jati. Belajar sejarah waktu SD ternyata diberi kesempatan untuk liat langsung peninggalan tersebut. Wah entah kenapa selama perjalananku tersebut aku jadi mengingat masa dulu, ga terasa 9 tahun aku hijrah ke Tangerang jadi anak kota dan anak mall (kebanyakan gaul sama Tante & Om dimana aku tinggal bersama mereka hehe :D), Aku kangen masa kecilku, aku kangen ngabolang, dan entah kenapa aku jadi punya impian untuk bisa backpaker (tapi kalau backpaker sendirian kayaknya susah dapat izin emak, pasti kelurgaku takut ini dan itu malah mengkhawatirkanku yang ada aku gak akan tenang perginya kalau mereka mencemaskanku, tapi tenang aja walau saat ini agak sulit mewujudkan impianku ini, tapi bukan aku namanya kalau nyerah gitu aja, yang pasti backpaker adalah salah satu impian dalam hidupku dan makin semangat untuk aku wujudkan, meski aku belum tahu jalan keluarnya gimana, ya siapa tahu Allah ngasih jalan terbaik buat aku, siapa tahu Allah ngasih jodoh aku pria yang hobi berpetualang biar aku bisa mewujudkan impianku ini hahaha. Aamiin YRA. Hadeeeeehhh kok aku ngelantur ya? Ga apa-apalah, mumpung impian itu gratis jadi aku akan berimajinasi agar kelak impianku jadi nyata hehehehe.  Ternyata setelah tinggal lama di kota besar aku tetaplah aku yang punya sisi petualang yang gak tersalurkan kebanyakan gaul sama temen-teman anak mall neh hehehe. Perjalananku dari Sumedang berhenti di Bandung karena aku harus ganti Bus di daerah Padalarang – Bandung. Dari sana aku menuju Cianjur dan ganti mobil karena aku mau ke rumah orang tuaku dan nenekku yang ada di Cianjur. Berangkat dari Cirebon jam 6 lewat, sampai rumah nenekku sekitar jam 9 malam. Berhubung menuju rumah nenekku harus jalan kaki, eh ternyata aku di jemput sama ibu dan nenekku karena mereka khawatir aku sampai rumah malam. Perjalananku agak tersendat karena mobilnya kebanyakan ngetem.
Seolah tak ada rasa lelah dalam tubuhku, keesokan harinya aku melanjutkan perjalananku ke Bunijaya daerah perbatasan Cianjur – Bandung. Aku kesana ditemani adikku Irwan untuk mengunjungi Bapakku yang berada di Kecamatan Gunung Halu kabupaten Bandung. Sepanjang perjalanan naik motor kesana, aku dimanjakan oleh pemandangan yang menyegarkan mata, wuuuuiiiiiiiiiiih rasa lelah akibat perjalanan semalamnya hilang begitu saja saking asiknya aku menikmati pemandangan yang aku lewati. Sesampainya di rumah Bapakku, aku cuma duduk sebentar terus aku jalan ke sawah, ngeliat kondisi sawah Bapak kayak gimana, yaaa setidaknya walau aku gak punya sawah, paling tidak masih bisa lihat sawah hehehe. Aku juga pergi ke sungai tempat dulu waktu kecil aku sering bermain disana, jembatannya sekarang udah bagus, kalau dulu jembatannya goyang-goyang lumayan serem tapi seru. Di rumah Bapaku aku gak nginep karena memang waktuku gak banyak, selesai kangen-kangenan sama Bapak dan adikku serta keluargaku disana, maka aku kembali ke rumah nenekku di Cianjur, perjalanan yang kutempuh hanya sekitar 1,5 jam saja. Aku berada di Cianjur selama 2 hari habis itu aku pergi lagi ke Tangerang karena aku harus kerja. Dan aku pun mencoba naik kendaraan yang gak biasa, dulu kalau pulang sendiri aku lewatin Barangsiang di Bogor, cuma karena lewat daerah macet jadi aku pengen menghindari itu dan mencoba sesuatu yang baru, dari Daerah Pasir Hayam di Cianjur, aku naik bus ke arah Kampung Rambutan, wah lumayan menghemat waktu, dari kampung Rambutan aku naik agra Mas dan turun di depan rumah di daerah Melati Mas. Dan perjalananku pun berakhir di Tangerang Selatan rumah dimana aku tinggal bersama dengan Tante dan Omku sekarang. Perjalanan sendiriku itu membawa kesan tersendiri bagiku dan justru semakin menimbulkan semangat untuk bisa backpaker one day. Aamiin YRA.

 

With Love,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s