Because Life is Too Precious

Aku bersyukur karena Allah memberiku kesempatan untuk hidup, untuk menikmati indahnya dunia ciptaan Sang Maha Kuasa. Kalau aku tidak tercipta di dunia ini, mungkin aku gak akan pernah tahu gimana rasanya hidup dan menghargai kehidupan. Aku seringkali heran dengan anggapan banyak orang sekitar yang sering mengeluhkan betapa menderitanya hidup mereka, betapa mereka tidak bahagia dengan hidup mereka. atau bahkan mereka merasa betapa tidak adilnya Allah pada mereka, betapa kejamnya dunia, dan anggapan negative lainnya yang menyudutkan diri mereka sendiri atas ketidakbahagiaan yang dirasakan oleh mereka. Seakan-akan orang lainlah yang menjadi penyebab atas ketidakbahagiaan diri mereka. Seringkali aku pun melihat orang-orang yang telah mencapai tangga kesukesan dalam hidup dalam karier misalnya, padahal secara karier mereka Ok, hidup udah mapan, tapi kenapa mereka merasa kurang dan tidak bahagia yah???
Kadang aku pun sering mendengarkan curhat yang intinya mengeluhkan ketidak bahagiaan hidup mereka. Padahal orang-orang yan curhat padaku sebetulnya keadaaanya jauh lebih baik dari pada aku (bukan membandingkan, tapi ini kenyataan he he he), mereka udah berkeluarga, mapan pula, sementara aku aja yang masih muda single pula dan masih banyak impian-impian yang belum terwujud, alhamdulillah ngerasa fine-fine aja dengan hidupku. Kesannya kayaknya mereka tuch hidupnya susah, padahal sebenernya sich tidak. Kalau aku melihat kasus-kasus seperti itu, problemnya kenapa mereka tidak bahagia dan merasa menderita dengan kehidupannya, mungkin karena mereka kurang bersyukur atas kehidupan yang dianugerahkan Allah SWT pada mereka.
Aku juga sadar, kenyataannya hidup itu sulit, tapi menurutku ya jangan dibikin sulitlah, karena kalau dibikin sulit jadi bomerang bagi diri kita dan kita akan merasa bahwa Allah gak adil sama kita. Walaupun hidup di zaman sekarang serba sulit, tapi jika aku bisa bersyukur maka aku bisa menikmati kehidupan yang diberikan Allah padaku. Saat ini aku memang bukan siapa-siapa dan belum menjadi apa-apa. Tapi aku yakin, yang namanya roda kehidupan itu terus berputar, saat ini aku berada di bawah, tapi suatu saat jika Allah memberiku kesempatan untuk hidup panjang, maka aku yakin bisa berada di atas, mewujudkan apa yang aku impikan, harapkan, dan inginkan. Meskipun impianku belum terwuud saat ini, tapi aku merasa bahwa I’m the lukiest girl in this world, karena diberi kesempatan untuk hidup dan membuat hidupku penuh makna.
Nah…..because life is too precious, jadi aku gak mau terperangkap dalam keluh kesah dan terjebak jadi orang yang tak pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Hidup itu terlalu singkat dan gak abadi, dan karena bagiku hidup itu begitu berharga, jadi aku gak mau menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan padaku, tak peduli betapa pun sulitnya ujian yang harus aku hadapi, aku akan tetap jalani dan syukuri as long as I live. Mungkin dengan kesulitan yang aku hadapi justru akan mendekatkan aku dengan Allah SWT ^_^ Amin
Terus terang, aku sering mikir jika aku dihadapkan pada ujian berat dalam hidupku, kapan yah semua ini akan berakhir?? hingga akhirnya aku bisa bahagia. Karena dulu aku mikirnya kalau ujian udah berakhir kayaknya aku bisa bahagia, dan semakin aku berfikir seperti itu, semakin aku ngerasa sedih dan ngerasa sendiri padahal banyak orang yang sayang padaku, dan ternyata….usut punya usut karena keseringan mikir tentang hal ini, aku jadi nyadar sendiri bahwa sebenernya cara berfikirkulah yang salah! Aku nyadar bahwa hal itu salah, karena setiap aku dihadapkan pada sebuah ujian terus aku berhasil mengatasinya, maka bersiaplah ujian berikutnya menyusul dan ujiannya lebih berat lagi. Wah makanya dari situ aku mikir, sebenarnya bukan ujiannya yang salah, tapi cara berfikirkulah yang salah. Seharusnya jangan sampai ujian itu dimusuhi dan merasa merana karenanya, justru harusnya aku bersyukur karena Allah telah memberikan ujian hidup padaku, kalau aku gak diuji berarti aku akan jadi manusia yang gak bisa belajar banyak hal tentang hidup ini. Karena sebenarnya Allah memberikan ujian untuk mengukur sejauh mana batas kemampuanku untuk sanggup bertahan hidup, dan jika kau bisa melewati setiap ujian dalam perjalanan hidup ini, maka aku bisa belajar menghargai kehidupan yang telah dianugerahkanAllah padaku.
Yang terpenting dari setiap perjalanan dan ujian itu adalah bagaimana aku bisa bersyukur sehingga apa yang telah Allah berikan padaku saat ini memang yang terbaik untukku dan sepantasnya aku dapatkan, sehinggga aku tidak merasa kurang dengan apa yang aku miliki, sebab apa yang aku miliki saat ini hanya titipan dari Allah semata bukan milikku. Aku hany diberi kesempatan untuk menjaganya.
Bagiku saat ini, bukan berapa banyak yang aku miliki, tapi bagaiamana aku menjaga apa yang aku miliki, terlebih bisa mensyukurinya  Idealnya sich aku memiliki segala hal yang aku inginkan dan pandai mensyukurinya heheheee… Tapi, jika pun aku tidak memiliki segalanya dalam hidupku, aku akan tetap merasa bahagia dengan apa yang aku miliki saat ini karena aku bisa mensyukurinya. Hmmmmm hidup memang terlalu sayang jika disia-siakan. Karena hidup kan cuma sementara, lebih baik melakukan hal-hal yang positif agar bisa mensyukuri nikmat yang udah dikasih sama Allah. Sebab indah tidaknya kehidupan yang aku miliki bukan tergantung pada pandangan orang lain tentang hidupku, tapi tergantung pada diriku sendiri, bagaimana aku bisa bertanggung jawab atas hidupku. Menurutku, sedih dan bahagia adalah bagian dari kehidupan bukan akhir dari tujuan hidup ini. Aku tetap bisa memilih untuk bahagia dalam situasi apapun, jika aku bisa mengatasi dan menyikapi hidup ini. Kalaupun aku sedih, bukan berarti aku harus menunjukkan pada dunia tentang kesedihanku. Aku tetap bisa memilih untuk tetap tersenyum walaupun hatiku sedang bersedih. Berharga tidaknya hidup seseorang, tergantung dari cara pandang hidupnya, karena bagiku hidup itu sangat berharga, so I will enjoy my life, Cuma ini yang bisa aku lakukan agar aku bisa mensyukuri anugerah terindah dari Alah berupa sebuah kehidupan untukku, hingga pada akhirnya aku sanggup mengungkap setiap makna dibalik apa yang terjadi di kehidupanku, dan aku bisa mengambil peljaran berharga tentang hidup ini, biar bisa bikin hidupku lebih hidup selagi dikasih kesempatan hidup oleh Sang Maha Kuasa 

Advertisements

2 thoughts on “Because Life is Too Precious

  1. tapi sering kali pada prakteknya kita masih sering lalai dan endingnya menyalahkan apapun termasuk diri kita sendiri. semuanya tergantung dari apa yang dialami. karena praktek dan teori itu ga pernah sama say πŸ™‚
    terkadang kita membutuhkan kebahagian untuk bisa menjalankan hidup. kenbahagian itu ada karena kenyamanan yang dia dapat. pertanyaannya jika kita ga nyaman berarti tidak bahagia kah?? dan itu ia menurut aku yang sedang mengalaminya. tidak bermaksud dan berniat bahkan berkeinginan menyalahkan siapapun termasuk aku dan utamanya Allah. tapi inilah hidup ada syukur dan tidak, tinggal bagaimana membalencekan keduanya antara teori dan praktek dikenyataan hidupnya.

    xoxo,
    ekawidyapratiwi

  2. makasih ya Eka buat komennya ^__^

    tetap semangat ya sayang, apa yang aku tulis hanyalah pandangan dan apa yang aku rasakan saja say hehe…

    betul sekali terkadang antara teori dan praktek ga pernah sama say. Tapi apa yang kutulis bukanlah teori melainkan pandangan hidupku saja serta pengalaman hidupku barangkali πŸ˜€

    Carilah apa yang membuatmu nyaman say, agar dirimu bisa merasakan kebahagiaan dlm situasi dan kondisi apapun, Ok cantik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s