Kami Bertujuh

heboooH

Empat tahun sudah kita menjalin persahabatan, suka dan duka kita rasakan bersama. Memang tidak mudah menyatukan kami bertujuh yang memiliki karakter yang unik dan berbeda dalam ikatan persabatan ini. Tapi kita belajar untuk bisa menerima diri kita masing-masing dengan perbedaan yang kita miliki dan saling mengisi satu sama lain. Saat kuliah, saya beruntung bisa mengenal mereka dan Allah SWT menghadirkan mereka sebagai sahabat. Untuk Ea, Rini, Enah, Oliv, Ayu, Kiki thank you so much for being my best friends ^_________^
Terimaksih karena kalian telah berbagi suka duka, canda tawa bersama. Saya  belajar banyak hal tentang mereka, tanpa mereka hadir di bab kehidupan saya, pasti akan kehilangan sebuah keceriaan dalam hidupyang selalu mereka sajikan untukku. Continue reading

Advertisements

Untuk Mama


I just wanna say: I love you Mom…..

kau adalah ibu terbaik yang diberikan Allah padaku

aku beruntung memilikimu

kasih sayang dan cinta yang kau berikan sepanjang hidupku

tak kan sanggup aku membalasnya

hanya Allah yang bisa membalas semua yang telah mama berikan padaku

aku hanya ingin membuatmu bahagia Mah…

kau adalah segalanya bagiku…

tanpamu, aku tak kan pernah bisa hadir mewarnai dunia ini

aku ingin menghapus setiap kesedihanmu

dan menggantinya dengan kebahagiaan

maafkan aku yang tak bisa setiap saat

hadir disisimu Mah

tapi….. jangan pernah kau ragukan

cinta dan kasih sayangku untukmu

dimanapun kau berada

bahkan jarak dan waktu yang seringkali memisahkan kita

namun aku akan selalu mencintai dan menyayangimu Mah

karena namamu telah kuukir dihatiku

hanya kematianlah yang bisa memisahkan kita

tapi kehadiranmu dihatiku

takkan bisa dikikis oleh sang waktu

bahkan oleh perpisahan sekalipun

Continue reading

Belajar Menjadi Dewasa

Ada gak yah rumus untuk menghitung tingkat kedewasaan seseorang?
apakah umur menjadi jaminan bahwa seseorang bisa dikatakan dewasa? misal umur 25 pasti udah dewasa. Lantas idealnya umur berapa sih dikatakan telah dewasa? Kadang saya berputar-putar memikirkan jawaban ini, karna saya ingin tahu apakah saya telah pantas dikatakan dewasa atau belum? Hmmmm mungkin gak sih, bahwa kedewasaan itu sebenarnya bukan dilihat dari umur, tapiiii dilihat dari bagaimana cara kita menyikapi hidup, bagaimana cara kita menyikapi masalah, bagaimana kita bertanggung  jawab atas keputusan dan pilihan hidup kita?

Menurut saya, umur tidak menjamin kedewasaaan seseorang. Misalnya, seseorang dikatakan dewasa ketika umurnya menginjak angka 20. Kenyataannya, kadang saya melihat umur di atas 25 pun masih bersifat kekanak-kanakan, atau bahkan saya menemukan orang yang umurnya di bawah 20 ternyata pikirannya dewasa. Memang sich jika dilihat umur, untuk usia 20 tahun ke atas itu dikatakan orang dewasa, tapiii itu baru secara umur loch, bukan dewasa secara pikiran dan sikap, yang namanya menjadi orang dewasa secara pikiran dan sikap itu butuh proses, dan sekali lagi bagi saya tingkat kedewasaan dan kematangan seseorang dalam menyikapi hidupnya tidak diukur oleh umur tapi dilihat dari bagaimana ia bertanggung jawab atas hidupnya. Sejauhmana ia memandang hidup. Saya sendiri meski usia saya sudah dewasa, tapi saya sadari bahwa menjadi dewasa dalam berfikir dan bertindak merupakan sebuah proses panjang yang sebetulnya bisa dipelajari kalau kita punya kemauan, namun pastinya butuh waktu. Memang tidak mudah, butuh kesabaran untuk menjalaninya. Ternyata, gak harus menunggu umur sampai tua untuk bisa berfikir dewasa. Walaupun belum sepenuhnya saya bisa dewasa dalam segala hal, tapi paling tidak saya sedang belajar menggapai tangga kedewasaan. Ya walaupun it’s not easy….tapi jika hal tersebut membawa dampak positif bagi hidup saya, kenapa tidak dicoba untuk terus saya pelajari.

Continue reading

Tahu IKLAN jaman baheula gak???

Hmmmmmm tahu iklan jaman baheula gak? Saya sendiri tahu iklan jaman baheula bukan dari textbook yang pernah saya baca sewaktu kuliah lho, maklum textbook untuk jurusan Advertising memang refensinya gak banyak banget, saya dapatkan ini dari Om saya yang baik dan mengirimkannya lewat email ke saya, yaa sekedar buat di share aja,  siapa tau ada yang belum tahu kira-kira iklan jaman baheula itu seperti apa sich 😀

Ini teks asli dari suatu iklan lowongan kerja di dalam sebuah koran tahun 1889
yang masih tersimpan Perpustakaan Nasional Jakarta sekarang.
PERCAYA GA PERCAYA… BELIEVE OR NOT…
DULU IKLAN LOWONGAN KERJA MODELNYA SEPERTI INI….
INI ASLI LHO….KUTIPAN DARI CONTOH DI PERPUSNAS… ..LUCU TAPI NGENESIN … ENAK GAK ENAK JADI HRD JAMAN DULU…

(Bayangin Kakek-Nenek kita jaman dulu mungkin ada yg pernah dicoba direkrut dgn cara seperti ini)

Quote:

Continue reading